Senin, 13 November 2017

Muslimah, Riwayatmu Dulu, Kini dan Nanti


Sumber Foto Pribadi

Sungguh mulia 
Para Shohabiyah 
Harum namanya 
Jadi tauladan Umah 

 Asma' binti Abu Bakar 
Pemilik dua ikat pinggang 

Sumayyah 
Sang syahidah pertama 

Khansa' 
Ibunda para syuhada' 

Rumaysha atau Ummu Sulaim 
Tabahnya sungguh luar biasa

(Syair Shohabiyah- dipopulerkan di TKIT Baitussalam Semarang)

Syair di atas menggambarkan kemuliaan para muslimah sahabat Rosulullah SAW. Sejak dahulu muslimah dengan segala keterbatasannya mampu menorehkan sejarah yang indah. Bagaimana kehebatan muslimah Makkah dalam mempertahankan aqidahnya sudah banyak tertulis dalam kitab-kitab shiroh. Pun begitu kepandaian wanita muslimah Anshor sungguh tersohor.

Tersebutlah Aisyah Binti Abu Bakar Ummul Mukminin, istri Rasulullah yang sangat cerdas beliau menguasai syair, ilmu fiqh bahkan ilmu kedokteran. Zainab Binti Ahmad yang terkenal kepandaian dan kecintaan terhadap ilmu mampu menjadi guru bagi muslimah lain di zamannya. Bahkan, Rufaida Al Aslamia Binti Saad menjadi perawat dan ahli pengobatan wanita pertama dalam dunia Islam.

Pada zaman tabi'in, muslimah masih dengan apik memerankan perannya. Terbukti dengan lahirnya ulama-ulama hebat yang tentunya ditempa oleh ibunda-ibunda yang luar biasa. Mereka jarang bergelimang harta akan tetapi memiliki kekayaan hati yang tiada duanya.

Ya. Begitulah muslimah. Akhlaqnya Al Qur'an, perkataannya adalah doa dan di bawah telapak kakinya terletak surga.

Lalu, bagaimana potret muslimah pada masa modern?
Bila merujuk pada sejarah ilmuwan dalam dunia Islam akan kita jumpai beberapa nama muslimah yang bersinar bak bintang kejora. Satu diantaranya adalah Al Ijliya' atau lebih dikenal dengan nama Maria Al Asturlabi. Beliau ahli matematika, musisi, astrolog, dan pembuat mesin astronomi. Sungguh luar biasa bukan?

Maka bergembiralah muslimah.  Jika engkau  muslimah taat, sabar, sholat, berpuasa, tunduk pada syariat niscaya akan menghantarkan kemuliaan dunia akhirat. Seperti mereka yang telah berjaya, kitapun bisa membuat sejarah gemilang.

Bagaimana caranya?

Pertama, berdoa. Ya, doa adalah senjata orang Islam. Berdoa kepada Allah dengan penuh kesungguhan. Minta pada-Nya pada setiap sujud, pada malam-malam larut.

Kedua, haus ilmu. Seperti yang telah tertulis pada hadits "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim". Zaman modern seperti saat ini sangat memudahkan kita mencari ilmu. Ilmu bisa didapat dimana saja, setiap waktu dan dari siapa saja.

Ketiga, aksi nyata. Bila ilmu sudah didapat, selanjutnya adalah aksi nyata (diamalkan). Sesuai pepatah Arab yang bunyinya "Ilmu bila tidak diamalkan bagai pohon tak berbuah". Tentu kita tidak ingin segala sesuatu yang telah kita pelajari tidak memberikan manfaat apapun.   

Keempat, menejemen waktu. Ini hal penting untuk membuat muslimah produktif. Karena dengan menejemen waktu yang baik, kegiatan yang kita jalankan mempunyai tahapan prioritas. Mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Dan mana yang dapat ditangguhkan sehingga tak ada lagi waktu terlewat begitu saja.

Kelima, istiqomah atau konsisten. Para pemenang biasanya mempunyai kesungguhan dalam hal apapun. Kesungguhan ini akan mudah terwujud apabila kita konsisten terhadap apa yang telah kita rencanakan.

Muslimah, berkaryalah. Karena dengan karya akan menghantarkan kemuliaan. Dengan karya kita bisa berdakwah. Dengan karya kita menabung kebaikan sebagai pemberat timbangan amal.

"Wanita yang berakal dapat mengubah sahara yang tandus menjadi taman yang indah lagi subur" (DR. Aidh Al Qorni)

Tulisan ini diikutsertakan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia  
http://www.bloggermuslimah.id


#PostinganTematik
#BloggerMuslimahIndonesia

 

Sabtu, 04 November 2017

Berkunjung ke Pantai Sadranan Snorkeling Gunung Kidul Yogyakarta.

Pantai merupakan destinasi wisata yang tidak pernah membosankan. Deburan ombak, langit yang membentang luas, hamparan pasir putih yang cantik berkilau bak permata yang gemerlap tertimpa cahaya matahari menarik siapa saja untuk mendatanginya.

Udara hangat, Sunrise dan sunset yang mengagumkan serta kulinernya yang memanjakan lidah para pecinta sea food menjadi pelengkap salah satu nikmat surga dunia ini. Alhamdulillah.

Sebagai anak yang dibesarkan di daerah pantai Utara (cah Segoro sebutan kami), pantai punya arti tersendiri bagi kami. Ada semacam ikatan emosional. Hampir setiap pekan atau libur sekolah kami pasti berkunjung ke pantai. Becanda dengan teman, bersepeda bersama, naik gethek rame2 dan akhirnya nyemplung di tambak punya tetangga sampai basah kuyup, bermain lumpur dan terjebak di lumpur juga biasa (pantai Utara di daerah saya penuh dengan tambak udang dan bandeng sehingga pasirnya bercampur lumpur dari galian tambak).

Pernah juga cincin persahabatan saya yang bermata kuning, hilang tertelan ombak di pantai. Akan tetapi, walaupun cah Segoro tidak serta merta menjadikan saya jago renang. Asli, saya tidak bisa berenang.

Sekarang saya tinggal di kota kecil Temanggung yang lumayan jauh untuk bisa berkunjung ke pantai. Untuk mengunjugi pantai selatan akan menempuh sekira 4-5 jam perjalanan. Sangat melelahkan memang akan tetapi sebanding dengan pesona pantai itu sendiri.

Sekitar setengah tahun lalu, saya mengunjungi pantai Sadranan Snorkeling di Gunung Kidul Yogyakarta. Merasa kurang puas, akhirnya bulan lalu kami kembali lagi kesana dengan rombongan keluarga besar. Sangat meriah.

Pantai Sadranan Snorkeling berlokasi di dusun Pulegundes II, Sidoharjo, Tepus Gunung Kidul. Dalam Google map pantai ini sejajar dengan pantai Kukup, Krakal dan Indrayanti.

Cukup mudah menemukan pantai Sadranan karena sudah ada petunjuk arah, meskipun kecil. Jangan mengandalkan google map ya, karena signal kurang bersahabat. Sewaktu kunjungan pertama saya masuk ke jalan kampung yang terjal dan berliku akan tetapi beruntung karena ternyata tidak melewati pos penjagaan karcis. Seperti pengunjung gelap saja, hehehe.

Perjalanan dari kota Yogyakarta menuju ke arah Wonosari kemudian naik turun gunung sepanjang perjalanan dan menghabiskan kurang lebih 3 jam untuk sampai lokasi. Pemandangan sepanjang jalan yaitu bukit batu yang ditumbuhi satu dua pohon dan semak.

Sepanjang jalan kami mendapati beberapa pedagang yang menjual oleh-oleh yang tidak biasa. Belalang goreng. Makanan khas Gunung Kidul. Sebenarnya dalam Islam, belalang memang hewan yang halal untuk dimakan. Akan tetapi melihat penampakannya yang cenderung menyeramkan saya urung untuk mencobanya.

Tiket diperoleh di pos jaga sebelum memasuki lokasi. Satu tiket bisa dipakai untuk masuk sepanjang pantai berjajaran di situ. Tiket per-orang sekitar 10 ribu dan jika rombongan biasanya mendapat harga nego.

Di pantai ini penyewaan kostum snorkeling tersedia lengkap dari berbagai ukuran. Harga sewa bermacam-macam mulai 25-50 ribu untuk pelampung, sepasang sepatu, kacamata selam dan alat pernafasan lewat mulut.

Tukang foto juga banyak dengan berbagai macam photo booth yang sudah disediakan pihak pengelola pantai. Dan hasil foto mereka juga keren sekali tidak jauh dr fotografer terkenal.

Yang paling banyak diminati di pariwisata pantai ini adalah ombak yang tenang. Tidak terlalu besar. Cocok sekali untuk snorkeling. Selain itu pantai Sadranan juga tergolong bersih terbukti dengan minimnya sampah di sana. Saluuuttt.

Jika belum puas bermain seharian, di pinggir pantai tersedia pondok-pondok kecil yang bisa disewa untuk bermalam. Jangan lupa membeli oleh-oleh udang goreng atau keripik rumput laut yang sangat khas dan menggoda.

Yuk, berlibur ke pantai !

Jumat, 29 September 2017

Dua Bahan Alami Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar

Luka bakar bisa terjadi kapan saja tidak mengenal tempat dan usia. Seringnya sih ibu-ibu yang rempong di dapur gak sengaja nyentuh wajan panas lah, percikan minyak panas atau setrika panas dan lain sebagainya.

Kebetulan tempo hari, keponakan saya, Binta usia 8 bulan terkena luka bakar di kakinya. Ceritanya, sewaktu kumpul keluarga sambil nge-teh bersama, Binta yang sedang aktif-aktifnya menumpahklan seteko penuh teh panas dan langsung mengenai kedua kaki mungilnya.

Tangis tak terbendung. Kita aja yang sudah lebih tebal kulinya akan merasakan sakit yang luar biasa jika terkena air panas. Walhasil kaki mungil itu melepuh, bergelembung dan Binta langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Dokter segera menangani dan memberikan antibiotik, dan parasetamol serta salep oles bioplacenton. Bioplacenton ini berfungsi sebagai pendingin. Jadi, setelah beberapa lama dioles dan binta mulai nangis kesakitan, kami akan mengoles kembali.

Akhirnya ada saudara yang menyarankan penggunaan lidah buaya untuk luka bakar. Langkahnya cukup simpel. Ambil sebatang lidah buaya, potong dan ambil lendirnya kemudian oles ke luka bakar sesering mungkin. lidah buaya juga bisa mendinginkan luka.

Kami juga menyiapkan makanan berprotein tinggi untuk Binta, agar sel kulit yang sudah rusak lebih cepat terganti. Ikan Gabus, atau yang lebih dikenal dengan "iwak kutuk" (bahasa jawa, red) dipercaya mempunyai protein tinggi yang dapat membantu penyembuhan luka. Akan tetapi agak susah mendapatkan ikan ini di tempat kami.

Akhirnya kami memilih telur ayam kampung. Alhamdulillah, Binta suka dengan telur ayam kampung yang direbus. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 5-6 butir telur ayam kampung rebus.

Hasilnya sungguh memuaskan. Dalam waktu kurang dari satu bulan, yaitu sekitar 2 pekan saja kulit melepuh Binta berangsur mengering dan mulus kembali sehingga ia bisa beraktifitas seperti biasa. Hanya warna belang agak kemerahan masih sedikit tampak.

Sedikit catatan yang perlu diperhatikan terkait dengan penanganan luka bakar adalah, jangan pernah memberi odol, minyak, atau sabun pada luka karena akan mengakibatkan infeksi. Sebaiknya segera guyur luka dengan air dingin yang mengalir dari kran selama kurang lebih 20-30 menit.

Setelah itu, apabila ada bagian yang menggelembung, jangan dipecahkan sendiri. Biarkan tenaga medis yang menanganinya. Tenaga medis akan mengeluarkan cairan dalam gelembung dengan peralatan yang steril sehingga meminimalkan infeksi.

Jangan lupa asupan protein tinggi diperlukan dalam penyembuhan luka bakar.Jaga selalu keselamatan keluarga ya Moms!



Selasa, 05 September 2017

Mengenalkan Pekerjaan Rumah Pada Anak.




Belajar mencuci mobil

“ Children learn as they play. Most importantly in play children learn how to learn.”

Manusia mengalami hal yang sangat luar biasa menyenangkan pada masa kanak-kanak. Pada masa ini kemampuan otak anak berkembang pesat. Mereka belajar banyak hal. Kemampuan bahasa, mengingat nama benda dan nama-nama orang sekitar bahkan nama anak itu sendiri dan belajar mengenal lingkungannya dengan sangat baik. Wajar saja bila masa balita disebut juga “Golden Age” atau masa keemasan. Pada masa ini pertumbuhan dasar akan memengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Kemampuan bahasa, kreatifitas, keceerdasan, serta keterampilan social dan emosional anak berjalan sangat pesat.   

Kemampuan anak perlu dirangsang oleh orang tua agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan usianya. Anak yang mendapat rangsangan akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan yang tidak mendapat rangsangan. Berbagai macam rangsangan seperti rangsangan visual melalui penglihatan, verbal melalui komunikasi atau bicara, auditif melalui pendengaran, taktil atau sentuhan, dapat mengoptimalkan perkembangan anak.

Berkembangnya berbagai kemampuan pada anak melalui sebuah proses, tidak terjadi dengan sendirinya. Proses ini dapat terjadi melalui kegiatan bermain. Bermain adalah dunia anak. Bermain tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak. Bahkan diriwayatkan bahwa Rosulullah S.a.w pernah membiarkan Aisyah r. a memainkan boneka berbentuk kuda yang bersayap juga membiarkan cucunya Hasan dan Husein bermain di pangkuannya.

Dewasa ini, area bermain bagi anak semakin sempit. Apalagi bagi keluarga yang tinggal di perkotaan. Ruang terbuka sangat jarang dijumpai, kalaupun ada dari segi keamanan dan kenyamanan bagi anak kurang memadai. Alternatif yang paling mudah adalah mengkondisikan rumah dan lingkungan sekitarnya sebagai sarana bermain anak yang aman, dekat, murah dan mudah dalam pengawasan tentunya. Banyak sekali sarana bermain dan belajar bagi anak disekitar kita apabila kita mau mengusahakannya.


Salah satu sarana mengembangkan kemampuan motorik, kecerdasan, komunikasi, dan kemampuan kognitif adalah dengan mengajarkan pekerjaan rumah tangga kepada anak. Mengajarkan anak tentang pekerjaan rumah sangatlah penting. Dengan melakukan kegiatan ini, anak akan belajar lebih disiplin dan bertanggung jawab.  Hal ini penting agar anak terbiasa dengan kebiasaan positif. Ia juga akan mengerti bahwa setiap anggota keluarga harus berkontribusi dalam kegiatan rumah tangga sekecil apapun itu. Namun perlu diingat, setiap kegiatan atau tugas yang diberikan kepadanya harus disesuaikan dengan usianya. Orang tua juga harus sedikit kreatif dan bijaksana dalam memilih pekerjaan untuk mereka. 

Selain itu, pastikan Anda memiliki cukup kesabaran ketika buah anak melakukannya dengan kurang sempurna. Yang terpenting ia sudah bersedia mencobanya. Jika ia berbuat kesalahan, selalu bimbing dan ingatkan si kecil dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Jangan lupa untuk memberikan pujian atau hadiah untuknya jika ia berhasil melakukan tugas-tugasnya dengan baik.

Contoh pekerjaan rumah tangga yang dapat Anda kenalkan kepada anak antara lain yaitu :
1.      Merapikan mainan, sepatu, bantal dan selimut mereka sendiri.
Ajarkan anak untuk merapikan mainan, ataupun barang-barang pribadi mereka untuk mengenalkan konsep kepemilikan dan rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Pada awalnya, kegiatan ini akan sangat berat bagi anak. Akan tetapi jika Anda konsisten menemani dan mengingatkan, tentunya anak akan terbiasa dan menjadi mudah jika sudah menjadi kebiasaan.

2.      Merapikan peralatan makan berupa piring, gelas, atau botol minum ke tempat cuci piring.
Ajarkan anak untuk membereskan meja makan berupa piring atau gelas kotor ke tempat cuci piring. Kegiatan ini dapat meningkatkan tanggung jawab dan membiasakan anak untuk selalu hidup bersih.

3.      Menyiram tanaman.
Kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan karena anak akan bermain air yang menjadi favorit meraka. Selain itu akan mengajarkan anak untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan.

4.      Membuang sampah pada tempatnya.
Kegiatan ini juga mengajarkan anak untuk bertanggung jawab dengan kebersihan lingkungan,  melestarikan lingkungan serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Bahkan Anda dapat mengajarkan pemilahan sampah kering atau basah untuk didaur ulang. Sampah kering (berupa botol bekas) juga dapat didaur ulang menjadi mainan yang menarik, lho.

5.      Mengelap tumpahan air.
Kadang kala secara tidak sengaja anak menumpahkan air minun ke lantai. Sebagai orang tua kita tidak perlu memarahi mereka. Akan lebih baik ajarkan pada anak untuk bertanggung jawab dengan mengambilkan lap kering dan mempersilahkan mereka untuk mengelapnya. Hal ini akan mengajarkan arti berhati-hati bagi mereka.

6.      Membantu menyiapkan makanan di meja makan.
Anak akan tumbuh jiwa bertanggung jawab dan rasa percaya diri mereka apabila diberi tugas sesuai dengan kemampuannya. Membantu menyiapkan atau menghidangkan makanan di meja makan juga dapat menambah rasa percaya diri pada anak. Mereka akan merasa dewasa karena diberi tugas seperti mamanya.

7.      Membantu memasak di dapur.
Kegiatan ini dianggap kegiatan paling sulit karena dapur menjadi area yang penuh dengan benda berbahaya. Kompor, pisau, blender, rice cooker, panci atau penggorengan panas menjadi momok bagi orang tua untuk mengajak anak berkegiatan di dapur. Akan tetapi, memasak ternyata cukup mampu meningkatkan kemampuan perkembangan anak. Anak akan belajar banyak hal dari sana. Belajar sains, pengenalan rasa, warna, bentuk, belajar membaca resep, belajar mandiri, membangun rasa percaya diri, mengembangkan sensifitas, tanggung jawab, mengenalkan makanan sehat, dan yang terpenting kegiatan memasak bersama akan mengeratkan ikatan (bonding) antara anak dengan orang tua. 

Nah, itulah beberapa pekerjaan yang dapat diperkenalkan kepada anak. Mereka akan semakin bahagia apabila dalam melakukan pekerjaan tersebut sesuai dengan cara mereka sendiri. Dengan begitu, mereka akan menganggap tugas yang diberikan sebagai sarana bermain yang mengasyikkan. Tidak selamanya kita sebagai orang tua  dapat membantu meringankan tugas mereka. Apabila kebiasaan positif ini tidak dilakukan sejak kecil maka sangat kecil juga kemungkinan mereka bisa menghadapi kehidupan dewasanya kelak.

Puisi; Kembali



Kembali              


Mentari tak seterik
Siang tadi
Kulaju kaki perlahan,
Atau bisa pelan.

Kujumpa banyak warna disini,
Perempuan di etalase toko,
Perempuan di halte bus,
Perempuan dibawah kaki-kaki
pengguna trotoar

Sedikit kulihat jauh di belakang
bermacam warna disana
perempuan tersenyum
bagai sekuntum mawar
perempuan tersenyum diatas sepeda

Ku berlari…
Melaju, menuju, warna di sana
Semakin cepat,
Semakin dekat
Semakin lekat
Semakin tak terlihat.
Pecah, pudar, nanar.
Warna itu tak lagi tergambar
Ku tersadar…
Dan kembali ke
Reruntuhan puing yang ku tinggal

Kembali
Untuk
Hidupkan kehidupan

(semarang, 08 Juli’10)

Minggu, 27 Agustus 2017

Menelaah Maksud Dari Mahfudzot مَنۡ يَزۡرَعۡ يَحۡصُد


Mahfudhot atau dikenal dengan peribahasa Arab sepertinya memang tidak pernah ketinggalan jaman. Kata yang indah dengan seni bahasa tinggi membuat pembaca mudah mengingat dan menghafalnya.
Kali ini saya akan mengupas mahfudhot yang berbunyi    مَنۡ يَزۡرَعۡ يَحۡصُد
ۡYang Artinya "Barangsiapa menanam pasti akan mengetam"

Marilah kita ingat kembali kisah seorang panglima perang yang bernama SHOLAHUDDIN AL AYYUBI.
.
Sholahuddin Al Ayyubi berasal dari suku Kurdi di Irak. Suatu saat keluarga Kurdi harus meninggalkan kota Irak menuju Mosul. Di Mosul, Sholahuddin kecil belajar menunggang kuda, menggunakan senjata, belajar Al Qur'an, menghafal hadits, mempelajari bahasa dan sastra Arab juga ilmu-ilmu penting lainnya.
Ilmu yang telah dipelajari dan dikuasai oleh Sholahuddin menjadikannya seorang menteri juga panglima perang.
Pada tahun 580 H Sholahuddin sakit cukup parah akan tetapi tekadnya menaklukkan Jerusalem tidak pudar. Dengan karunia Allah, Sholahuddin sembuh dari sakitnya kemudian mulai mengumpulkan kekuatan untuk mempersiapkan penaklukan kota suci Al Quds Jerusalem dari tentara salibis.
Peperangan demi peperangan berlangsung sangat sengit, sehingga pada hari Jumat tanggal 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187 Masehi, kota Jerusalem kembali ke pangkuan umat Islam setelah 88 tahun berada di dalam kekuasaan orang-orang Nasrani.
.
Begitulah, kemenangan besar dapat diperoleh dari suatu proses berupa usaha serta tekad yang keras.
Seperti tertuang dalam surat At-Taubah : 105 yang artinya " Bekerjalah kamu maka Allah akan melihat hasil pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."
.
Sholahuddin Al Ayyubi telah membuktikan bahwa kemenangan yang beliau capai dimulai dari proses belajar sewaktu kecil, berlatih, berstrategi, serta gigih dalam peperangan sehingga kebebasan Al Quds Jerusalem ada di tangan beliau.
.
Pun begitu juga bagi kita. Apabila kita menginginkan sesuatu yang besar, yang hebat, maka pasti akan melewati suatu proses yang tidak sebentar. Jalanilah proses tersebut dengan sungguh-sungguh niscaya Allah akan menjamin keberhasilan untuk kita. Karena ”Barangsiapa menanam pasti ia akan mengetam."
Maka tanamlah yang baik-baik niscaya kita akan memperoleh hasil yang baik.

Kamis, 17 Agustus 2017

Mengatasi Kulit Kering Karena Cuaca Dingin

Saat ini di daerah Temanggung sedang mengalami cuaca dingin. Walaupun tidak sedingin Kaliurang Jogja ataupun Bandungan Semarang, tetaplah bagi saya Temanggung berhawa sejuk, apalagi saat malam hari.

Kulit saya cenderung berjenis normal kering. Sejak tinggal di Temanggung beberapa bulan ini tumit terlihat pecah-pecah, kulit wajah juga banyak yang kering di sekitar sudut bibir, daerah hidung, sudut mata dan juga bibir.

Saya bukanlah tipe wanita dengan banyak kosmetik. Bahkan daftar kosmetik harian hanya seputar sabun muka dan pelembab. Sudah, itu saja . Sesekali saja pernah punya paket perawatan seperti day cream, night cream, serum, suncreen, atau semacam produk masker.

Nah, untuk mengatasi kulit kering ini saya memakai 2 produk andalan. Yang pertama yaitu produk Lip Butter dari The Body Shop


Lip Butter ini sudah saya beli sekitar setengah tahun lalu. Bentuknya kecil mungil berisi 9 gr dengan aroma strawberry segar. Biasanya saya aplikasikan untuk bibir pada malam hari sebelum tidur. Lip Butter ini juga sering saya pakai untuk siku tangan, bahkan untuk kulit di ujung-ujung jari tangan dan kaki yang kering.

Pernah juga ujung jari kaki saya kering sampai mengalami pecah-pecah dan terasa sakit, begitu saya oles Lip Butter pada malam hari, esok bangun tidur sudah tidak perih lagi dan lukanya menutup.

Kedua, saya selalu sedia Vaseline Arab (lebih terkenal nama ini karena pada kemasannya, tertulis dengan bahasa Arab).

 Ingredient yang tercantum dalam kemasan adalah Petrolatum. Awalnya saya beli produk ini karena kulit kaki Askar (anak saya usia 4 tahun) kering sekali sampai pecah-pecah dan dia mengeluh perih.

Waktu itu Askar demam tinggi hingga keluar bintik merah (entah itu campak atau panas dalam) dan beberapa hari setelahnya kulitnya mengering, mengelupas dari mulai dada, punggung, tangan dan kaki. Bagian terparah adalah kakinya. Saya rutin pakaikan Vaseline di kulit Askar hingga perlahan-lahan kulitnya kembali lembab.

Melihat hasil di kulit Askar, sayapun coba aplikasikan di tumit pecah-pecah saya. Alhamdulillah meskipun belum kembali mulus tapi tumit saya sudah nggak kering dan kasar lagi. Akhirnya saya coba 
Vaseline ini untuk kulit wajah pada malam hari. Hasilnya kering-kering di sudut bibir, hidung dan bagian dagu berkurang, bahkan hilang setelah saya memakai rutin selama satu pekan.

Itulah dua produk andalan saya di musim dingin. Lip Butter yang punya kemasan cantik dengan warna merah dan aroma khas strawberry serta Vaseline pure skin jelly tanpa aroma. Dua produk ini patut dicoba.



Muslimah, Riwayatmu Dulu, Kini dan Nanti

Sumber Foto Pribadi Sungguh mulia  Para Shohabiyah  Harum namanya  Jadi tauladan Umah   Asma' binti Abu Bakar  Pemilik dua ...